Jumat, 16 Oktober 2009

Cintaku dalam Cita-cita



Beberapa ombak menderu seakan mengusirku untuk pergi menjauhi pantai indah ini.
“dasar bocah ingusan,loe keras kepala juga.minggir sana! Ingin gue hajar dengan  pukulan tsunami ya! Dasar bocah tengik minggir sana!!”
            Heh,ombak cerewet.awas loe akan gue hajar nanti.
            Di atas deru pasir pantai yang gersang terlukis keputusasa’anku menghadapi kehidupan.dalam pikiran teringat-ingat akan sesuatu-yang menurut orang awam tidak adil-yakni sebuah dilema di mana teman-temanku tak merasakannya.aku bersama mindsetku sendiri sedang berbincang-bincang.
            “Kenapa sich gue tidak seperti teman-teman gue lainnya.enak ya mereka,bisa kuliah dengan nyaman tanpa dihantui beban keuangan apalagi mereka yang udah punya pasangan.duh...enaknya meniti jalan kehidupan.tinggal sodorkan ATM semua lancar.apalagi mereka banyak teman,tidak sombong lagi,baik hati,penger..”
            “ooo..loe ngiri ya”mindset menyela.
            “hei ngapain harus ngiri! 
            “semua yang di berikan tuhan itu pasti sesuai dengan kapasitas kekuatan kita dalam menghadapi cobaan tersebut”
            “gue tau gue tau.pi..”
            “gue tau loe masih belum bisa menerima semua ini”
            Malam kelam melukis pekat pada dinding kegelapan.kulihat bintang-bintang bertaburan.’sebenarnya gue pengin keatas sana,pi..’
            “kenapa?takut sendiri?ato takut jatuh..or takut mati?!”tiba-tiba mindset udah ada di sampingku.
            “emm..ya semuanya betul sich..karena itu gue pengin ada disini aja ngeliat mereka(bintang-bintang) bagi gue itu udah cukup.kalo loe mau kesana,kesana aja sendiri”
            “heh,dasar pengecut,Cuma berani mimpi doang!”
            Aku langsung melayangkan pukulan kewajahnya tapi dia langsung menghilang. ’awas ya nanti kalo keluar lagi gue hajar loe’ gumamku dalam hati.
            Tapi setelah ku pikir-pikir ada benarnya mindsetku tadi.aku terdiam.malam kelam bereaksi dengan molekul-molekul cahaya mentari.pagi petang datang dan bintang gemintang menghilang.”heh,ternyata pemandangan indah itu tidak selamanya ada”
            “untungnya loe tadi malam takut ke tempat bintang-bintang ya”mindset tiba-tiba muncul.
            “paan sech loe ini.mikir yang realita aja donk..”
            “emangnya loe selama ini mikir realita?! Kayaknya loe tidur melulu dech..”
            Sore datang.aku berada dilapangan basket bersama teman-temanku.
            “wil,ayo main!”
“males ah,gue jadi wasit aja eh maksudnya cadangan wasit eh bukan temannya cadangan wasit.ya ya temannya cadangannya wasit”mereka tak menggubrisku dan terus saja bermain.
Kemudian datang seseorang yang sekian tahun telah ku tunggu.dia mendekat,lebih dekat tetapi ketika dia melihat mata kosongku dia langsung pergi berlalu seperti seorang cewek yang kesal dengan cowoknya.
“eh lari,hei cha tunggu..”aku berlari mengejarnya namun tiba-tiba dia hilang,
Jdug,“wadhuw,”aku langsung jatuh terkena hantaman bola basket dari arah teman-temanku.
“eh sorry,”aldi menghampiri dan membangunkanku.
“sorry banget yach,emangnya loe kenapa sech tiba-tiba kok lari?!dasar pelamun.nggak apa-apa kan..?”
“nggak apa-apa kok,makasih ya”
Ternyata Cuma mimpi doank...
“eee..dasar pelamun!” mindset mendorong bahuku.
Saat malam kembali datang aku teringat icha kemudian teman-teman akrabku yang ‘very benefit’ menurutku seperti nanang,faiz,rehan dan fandy.mereka selalu hadir di setiap mimpi-mimpiku terutama icha.dia hadir setiap malam.heh,cinta yang ga’ kesampaian...
Kemudian pagi tiba,aku masih terhipnotis masa lalu.siang datang,sore dan malam kembali.akhirnya terhitung sudah empat bulan aku Cuma terdiam tanpa usaha.sebenarnya mindset selalu mendukungku untuk bergerak maju dan meninggalkan semua rasa ketidakikhlasan diriku menghadapi kenyataan hidup ini tapi semua itu bagiku Cuma desah angin yang sesekali menyegarkanku.
“sudah cari kerja sana..apa gitu,jadi cleaning service to jadi apalah biar kamu dapat melupakan teman-temanmu dan yang penting toh juga dapat menunjang masa depanmu.ingat masa depan adalah sekarang yang kamu jalanin ini!”tegur kakakku.tapi...
Suatu malam yang seperti biasanya aku duduk di teras rumah ditemani sebuah buku harian dan pulpen.pukul setengah dua belas lewat sepuluh,ku lihat kalender dalam hpku.heh,sudah lima bulan aku tertidur.aku mencoba tu’ bangkit.aku bisa,harus bisa!
“gitu dong,kan enak diliatnya jangan pasang wajah sedih truz ntar lama-lama cepet tua lho..”mindset menepuk-nepuk punggungku.
 “sekarang tidur dulu ah..”
Cahaya mentari setengah enam pagi menerobos sela-sela jendela kamar.
“ouwwhahh,udah pagi nee”Aku langsung meraih laptop di meja dan membuka facebook,naskah novelku dan risetku.ternyata keisya,sahabat mayaku yang tak pernah ketemu juga lagi online di facebook.aku langsung menyapanya.
“assalamualaikum,met pagee girl.”
“waalaikum salam,pagi juga boy.”
Aku membuka e-mail favoritku.ada 5 e-mail masuk.tiga e-mail dari affiliate provider memberitahukan linkku sukses menjual beberapa produk dari merchant dan aku mendapat cek $850.80 lumayan.satunya dari penggemarku meminta nasehat agar dapat menjalankan bisnis online dengan baik dan yang satunya dari temanku di jerman melampirkan profil sebuah universitas di munich karena memang kemarin aku meminta dia agar dapat membantuku menyelesaikan S2ku di sana.
“lho kok diem,masih mikirin dia...”kataku menyahut keisya.
“ehm iya iya..kepala gue ampe’ tuing-tuing mikirin gimana caranya agar gue tau dia sayang ga’ ama gue,”
“tembak aja”
“tembak?! Loe tau kan kalo cewek itu pantang nembak cowok.yach,yang seharusnya nembak itu dia bukan gue!”
“iya iya..pi kalo gitu mau ampe’ kapan loe truz nunggu..”
“kalo dia sayang ama gue dia akan nembak kok”
“lha..pi masalahnya ampe’ sekarang?! Udah dech cari cowok laen kan masih banyak”
“gue udah janji pada diri gue sendiri bakal setia pada cinta gue ampe’ akhir hayat meski dia tidak sayang ama gue!!”
“wuih melangkolis banget.yaw dah tembak aja ntar keburu telat lho..”
....
“lho kok diem?”Dia tidak menjawab.akhirnya aku meneruskan risetku.’istirahat bentar ah’.aku melentangkan tubuh kembali.kulihat di lemari kaca disamping tempat tidurku.disana terdapat berbagai macam trofi milikku mulai dari yang terkecil ampe’ yang terbesar entah berapa puluh prestasi yang tlah kuraih mulai tingkat daerah ampe’ internasional.
Hufh,Aku kembali membuka facebook.
“loe mau ga’ nemenin gue ketemu dia,”
“yaah ga’ berani amat sech..”
Sejenakku terdiam.aku belum pernah ketemuan sama keisya.gimana yah..?
“ntar di sangkanya gue pacar loe lagi!?”
“nggak nggak..nggak bakalan dech”
“loe yakin..?”
“yakin banget.percaya dech ama gue ntar dia akan gue kasih sinyal dikit demi dikit”
Kemudian kami merencanakan ketemuan di malang town square lantai dua tepatnya di restorant jam setengah dalapan.dia memakai celana hitam,hem lengan panjang warna krem dan kerudung biru kemudian aku pakai jeans biru hem lengan pendek warna biru kotak-kotak.
Aku tiba tepat waktu.
“mana dia?”aku celingukan sana sini tapi kayaknya masih belum juga nongol dech.tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang.tanganya lembut sekali,pasti keisya.andai saja yang ada di belakangku ini icha...oh indahnya.tapi sayang,pasti dia lebih memilih nanang dari pada aku.ya pastinya,dia kan udah jadi pacarnya.
“kejutan!”tiba-tiba wajah lembut itu persis di hadapanku.icha!
“lho kok bengong.yuph bener gue keisya”
......
“hei,”dia mencubit lenganku.duh rasanya aku melayang tinggi.tinggi sekali...
Kulihat bajunya.benar,celana hitam,hem lengan panjang warna krem dan kerudung biru.
“aku udah tau kamu sebelumnya.aku emang sengaja pake nama samaran karena jika pake nama asli kamu nggak akan mau fb-an ama aku.kamu selalu menghindar sih..”bagiku emang lebih baik menghindar dari pada sakit hati ngeliat dia ama nanang bermesraan.bikin cemburu aja.
“truz mana cowok yang mau kamu tembak itu...bukannya kamu udah punya nanang.mau jadi playgirl ya..?!.”
“eh jangan su’udzon dulu....aku ama nanang itu udah putus,rasanya nggak ada kecocokan sama sekali dech..”
Dia mau nembak cowok lagi nich.uuh,bikin cemburu aja loe itu cha.
“udah ah aku mau pulang,”aku berdiri dan membalikkan tubuh.
“eits,tunggu dulu..”
“kamu tau nggak gimana sakitnya perasaanku ngeliat kamu jadian ama cowok lain!! sakit cha,sakiiit!! Kamu tau kenapa aku selalu menghindar dari kamu..karena aku sangat sayang ama kamu mulai dulu sejak SMP.aku nggak mau liat kamu bermesraan sama cowok lain seperti nanang dulu..”
“kalo kamu sayang kenapa dari dulu ga’ nembak aku?”dia menjawab dengan enteng.
“karena bagiku kamu terlalu spesial buat aku! Kamu itu spesial banget sampai sampai aku nggak bisa berkutik di hadapanmu.aku hanya seorang yang lemah.”
“enggak kok sekarang kamu nggak lemah karena sekarang aku akan selalu ada disampingmu.ya,kamulah orang yang ingin aku tembak.kamu masih ingatkan perbincangan kita di facebook?? Ya aku akan  sayang kamu sampe akhir hayat.kamu tak dapat tergantikan..meski aku dulu pacaran sama nanang tapi itu bukanlah cintaku yang sesungguhnya karena aku tidak merasakan keberdaan cinta sejati itu pada dirinya.dia hanyalah pelarian cintaku padamu yang nggak kamu tanggap.akhirnya aku berterus terang dengannya karena aku merasa bersalah pada diriku,pada nanang dan terutama pada kamu.aku meminta putus.dia tidak kecewa bahkan dia mendukungku agar aku mendapatkan cinta sejati itu yang Cuma satu-satunya ada di kamu.kamu tau nggak aku selalu menunggu dan menunggumu dan akhirnya sekarang..”
“sst,biar aku aja yang ngomong karena kamu tlah menunggu ucapan ini bertahun-tahun,”aku meletakkan jari telunjukku ke bibir manisnya.
“maukah kamu jadi pacarku?”
Kriiing kriiing,
Hpku berbunyi.aku merogoh sakuku tapi bukan.bunyi apa ya..
Kriing kriiing kriiing,
Bunyinya semakin kuat! ternyata jam bekerku.oh ternyata semua hanya mimpi...!
“Oalah Cuma mimpi! Pantesan aja kok aku sebegitu suksesnya.ternyata Cuma mimpi!!”
“tapi baguskan...makanya jangan asal mimpi melulu! Cobalah bangkit dan berusaha.loe pasti akan dapat kesuksesan seperti dalam mimpi loe itu terutama icha..hehehe..insya Alloh!”mindsetku kembali tiba-tiba datang dan menepuk-nepuk punggungku.aku sedikit kesal tapi tak apalah.aku akan mendapatkan yang nyata!
“OK! Bersama pagi aku akan mengarungi samudra kehidupan,menerjang ombak sialan yang kemaren memakiku dan berusaha menaklukan dunia!”aku berdiri diatas tempat tidur mengepalkan tangan dan berlari keluar kamar sambil berteriak
“STOP DREAMING N START ACTION! TUNGGU AKU ICHA AKU AKAN MENJEMPUTMU BERSAMA CITA-CITAKU..!!”
“puitis banget loe kayak amir hamzah aja..hehehe”kemudian mindset menghilang.

Tidak ada komentar: