Beberapa ombak menderu seakan mengusirku untuk
pergi menjauhi pantai indah ini.
“dasar bocah ingusan,loe keras kepala
juga.minggir sana!
Ingin gue hajar dengan pukulan tsunami
ya! Dasar bocah tengik minggir sana!!”
Heh,ombak cerewet.awas
loe akan gue hajar nanti.
Di atas deru pasir
pantai yang gersang terlukis keputusasa’anku menghadapi kehidupan.dalam pikiran
teringat-ingat akan sesuatu-yang menurut orang awam tidak adil-yakni sebuah
dilema di mana teman-temanku tak merasakannya.aku bersama mindsetku sendiri
sedang berbincang-bincang.
“Kenapa sich gue tidak
seperti teman-teman gue lainnya.enak ya mereka,bisa kuliah dengan nyaman tanpa
dihantui beban keuangan apalagi mereka yang udah punya pasangan.duh...enaknya
meniti jalan kehidupan.tinggal sodorkan ATM semua lancar.apalagi mereka banyak
teman,tidak sombong lagi,baik hati,penger..”
“ooo..loe ngiri
ya”mindset menyela.
“hei ngapain harus
ngiri! “
“semua yang di berikan
tuhan itu pasti sesuai dengan kapasitas kekuatan kita dalam menghadapi cobaan
tersebut”
“gue tau gue tau.pi..”
“gue tau loe masih belum
bisa menerima semua ini”
Malam kelam melukis
pekat pada dinding kegelapan.kulihat bintang-bintang bertaburan.’sebenarnya gue
pengin keatas sana,pi..’
“kenapa?takut sendiri?ato
takut jatuh..or takut mati?!”tiba-tiba mindset udah ada di sampingku.
“emm..ya semuanya betul
sich..karena itu gue pengin ada disini aja ngeliat mereka(bintang-bintang) bagi
gue itu udah cukup.kalo loe mau kesana,kesana aja sendiri”
“heh,dasar pengecut,Cuma
berani mimpi doang!”
Aku langsung melayangkan
pukulan kewajahnya tapi dia langsung menghilang. ’awas ya nanti kalo keluar
lagi gue hajar loe’ gumamku dalam hati.
Tapi setelah ku
pikir-pikir ada benarnya mindsetku tadi.aku terdiam.malam kelam bereaksi dengan
molekul-molekul cahaya mentari.pagi petang datang dan bintang gemintang
menghilang.”heh,ternyata pemandangan indah itu tidak selamanya ada”
“untungnya loe tadi
malam takut ke tempat bintang-bintang ya”mindset tiba-tiba muncul.
“paan sech loe ini.mikir
yang realita aja donk..”
“emangnya loe selama ini
mikir realita?! Kayaknya loe tidur melulu dech..”
Sore datang.aku berada
dilapangan basket bersama teman-temanku.
“wil,ayo main!”
“males ah,gue jadi wasit aja eh maksudnya
cadangan wasit eh bukan temannya cadangan wasit.ya ya temannya cadangannya
wasit”mereka tak menggubrisku dan terus saja bermain.
Kemudian datang seseorang yang sekian tahun telah
ku tunggu.dia mendekat,lebih dekat tetapi ketika dia melihat mata kosongku dia
langsung pergi berlalu seperti seorang cewek yang kesal dengan cowoknya.
“eh lari,hei cha tunggu..”aku berlari mengejarnya
namun tiba-tiba dia hilang,
Jdug,“wadhuw,”aku langsung jatuh terkena hantaman
bola basket dari arah teman-temanku.
“eh sorry,”aldi menghampiri dan membangunkanku.
“sorry banget yach,emangnya loe kenapa sech
tiba-tiba kok lari?!dasar pelamun.nggak apa-apa kan..?”
“nggak apa-apa kok,makasih ya”
Ternyata Cuma mimpi doank...
“eee..dasar pelamun!” mindset mendorong bahuku.
Saat malam kembali datang aku teringat icha
kemudian teman-teman akrabku yang ‘very benefit’ menurutku seperti
nanang,faiz,rehan dan fandy.mereka selalu hadir di setiap mimpi-mimpiku
terutama icha.dia hadir setiap malam.heh,cinta yang ga’ kesampaian...
Kemudian pagi tiba,aku masih terhipnotis masa
lalu.siang datang,sore dan malam kembali.akhirnya terhitung sudah empat bulan
aku Cuma terdiam tanpa usaha.sebenarnya mindset selalu mendukungku untuk
bergerak maju dan meninggalkan semua rasa ketidakikhlasan diriku menghadapi
kenyataan hidup ini tapi semua itu bagiku Cuma desah angin yang sesekali
menyegarkanku.
“sudah cari kerja sana..apa gitu,jadi cleaning service to jadi
apalah biar kamu dapat melupakan teman-temanmu dan yang penting toh juga dapat
menunjang masa depanmu.ingat masa depan adalah sekarang yang kamu jalanin
ini!”tegur kakakku.tapi...
Suatu malam yang seperti biasanya aku duduk di
teras rumah ditemani sebuah buku harian dan pulpen.pukul setengah dua belas
lewat sepuluh,ku lihat kalender dalam hpku.heh,sudah lima bulan aku tertidur.aku mencoba tu’
bangkit.aku bisa,harus bisa!
“gitu dong,kan
enak diliatnya jangan pasang wajah sedih truz ntar lama-lama cepet tua
lho..”mindset menepuk-nepuk punggungku.
“sekarang
tidur dulu ah..”
Cahaya mentari setengah enam pagi menerobos
sela-sela jendela kamar.
“ouwwhahh,udah pagi nee”Aku langsung meraih
laptop di meja dan membuka facebook,naskah novelku dan risetku.ternyata
keisya,sahabat mayaku yang tak pernah ketemu juga lagi online di facebook.aku
langsung menyapanya.
“assalamualaikum,met pagee girl.”
“waalaikum salam,pagi juga boy.”
Aku membuka e-mail favoritku.ada 5 e-mail
masuk.tiga e-mail dari affiliate provider memberitahukan linkku sukses
menjual beberapa produk dari merchant dan aku mendapat cek $850.80
lumayan.satunya dari penggemarku meminta nasehat agar dapat menjalankan bisnis
online dengan baik dan yang satunya dari temanku di jerman melampirkan profil
sebuah universitas di munich karena memang kemarin aku meminta dia agar dapat
membantuku menyelesaikan S2ku di sana.
“lho kok diem,masih mikirin dia...”kataku
menyahut keisya.
“ehm iya iya..kepala gue ampe’ tuing-tuing
mikirin gimana caranya agar gue tau dia sayang ga’ ama gue,”
“tembak aja”
“tembak?! Loe tau kan kalo cewek itu pantang nembak
cowok.yach,yang seharusnya nembak itu dia bukan gue!”
“iya iya..pi kalo gitu mau ampe’ kapan loe truz
nunggu..”
“kalo dia sayang ama gue dia akan nembak kok”
“lha..pi masalahnya ampe’ sekarang?! Udah dech
cari cowok laen kan
masih banyak”
“gue udah janji pada diri gue sendiri bakal setia
pada cinta gue ampe’ akhir hayat meski dia tidak sayang ama gue!!”
“wuih melangkolis banget.yaw dah tembak aja ntar
keburu telat lho..”
....
“lho kok diem?”Dia tidak menjawab.akhirnya aku
meneruskan risetku.’istirahat bentar ah’.aku melentangkan tubuh kembali.kulihat
di lemari kaca disamping tempat tidurku.disana terdapat berbagai macam trofi
milikku mulai dari yang terkecil ampe’ yang terbesar entah berapa puluh
prestasi yang tlah kuraih mulai tingkat daerah ampe’ internasional.
Hufh,Aku kembali membuka facebook.
“loe mau ga’ nemenin gue ketemu dia,”
“yaah ga’ berani amat sech..”
Sejenakku terdiam.aku belum pernah ketemuan sama
keisya.gimana yah..?
“ntar di sangkanya gue pacar loe lagi!?”
“nggak nggak..nggak bakalan dech”
“loe yakin..?”
“yakin banget.percaya dech ama gue ntar dia akan
gue kasih sinyal dikit demi dikit”
Kemudian kami merencanakan ketemuan di malang
town square lantai dua tepatnya di restorant jam setengah dalapan.dia memakai
celana hitam,hem lengan panjang warna krem dan kerudung biru kemudian aku pakai
jeans biru hem lengan pendek warna biru kotak-kotak.
Aku tiba tepat waktu.
“mana dia?”aku celingukan sana
sini tapi kayaknya masih belum juga nongol dech.tiba-tiba seseorang menutup
mataku dari belakang.tanganya lembut sekali,pasti keisya.andai saja yang ada di
belakangku ini icha...oh indahnya.tapi sayang,pasti dia lebih memilih nanang
dari pada aku.ya pastinya,dia kan
udah jadi pacarnya.
“kejutan!”tiba-tiba wajah lembut itu persis di
hadapanku.icha!
“lho kok bengong.yuph bener gue keisya”
......
“hei,”dia mencubit lenganku.duh rasanya aku
melayang tinggi.tinggi sekali...
Kulihat bajunya.benar,celana hitam,hem lengan panjang warna krem dan
kerudung biru.
“aku udah tau kamu sebelumnya.aku emang sengaja
pake nama samaran karena jika pake nama asli kamu nggak akan mau fb-an ama
aku.kamu selalu menghindar sih..”bagiku emang lebih baik menghindar dari pada
sakit hati ngeliat dia ama nanang bermesraan.bikin cemburu aja.
“truz mana cowok yang mau kamu tembak
itu...bukannya kamu udah punya nanang.mau jadi playgirl ya..?!.”
“eh jangan su’udzon dulu....aku ama nanang itu
udah putus,rasanya nggak ada kecocokan sama sekali dech..”
Dia mau nembak cowok lagi nich.uuh,bikin cemburu
aja loe itu cha.
“udah ah aku mau pulang,”aku berdiri dan
membalikkan tubuh.
“eits,tunggu dulu..”
“kamu tau nggak gimana sakitnya perasaanku
ngeliat kamu jadian ama cowok lain!! sakit cha,sakiiit!! Kamu tau kenapa aku
selalu menghindar dari kamu..karena aku sangat sayang ama kamu mulai dulu sejak
SMP.aku nggak mau liat kamu bermesraan sama cowok lain seperti nanang dulu..”
“kalo kamu sayang kenapa dari dulu ga’ nembak
aku?”dia menjawab dengan enteng.
“karena bagiku kamu terlalu spesial buat aku!
Kamu itu spesial banget sampai sampai aku nggak bisa berkutik di hadapanmu.aku
hanya seorang yang lemah.”
“enggak kok sekarang kamu nggak lemah karena
sekarang aku akan selalu ada disampingmu.ya,kamulah orang yang ingin aku
tembak.kamu masih ingatkan perbincangan kita di facebook?? Ya aku akan sayang kamu sampe akhir hayat.kamu tak dapat
tergantikan..meski aku dulu pacaran sama nanang tapi itu bukanlah cintaku yang
sesungguhnya karena aku tidak merasakan keberdaan cinta sejati itu pada
dirinya.dia hanyalah pelarian cintaku padamu yang nggak kamu tanggap.akhirnya
aku berterus terang dengannya karena aku merasa bersalah pada diriku,pada
nanang dan terutama pada kamu.aku meminta putus.dia tidak kecewa bahkan dia
mendukungku agar aku mendapatkan cinta sejati itu yang Cuma satu-satunya ada di
kamu.kamu tau nggak aku selalu menunggu dan menunggumu dan akhirnya sekarang..”
“sst,biar aku aja yang ngomong karena kamu tlah
menunggu ucapan ini bertahun-tahun,”aku meletakkan jari telunjukku ke bibir
manisnya.
“maukah kamu jadi pacarku?”
Kriiing kriiing,
Hpku berbunyi.aku merogoh sakuku tapi bukan.bunyi
apa ya..
Kriing kriiing kriiing,
Bunyinya semakin kuat! ternyata jam bekerku.oh
ternyata semua hanya mimpi...!
“Oalah Cuma mimpi! Pantesan aja kok aku sebegitu
suksesnya.ternyata Cuma mimpi!!”
“tapi baguskan...makanya jangan asal mimpi
melulu! Cobalah bangkit dan berusaha.loe pasti akan dapat kesuksesan seperti
dalam mimpi loe itu terutama icha..hehehe..insya Alloh!”mindsetku kembali
tiba-tiba datang dan menepuk-nepuk punggungku.aku sedikit kesal tapi tak
apalah.aku akan mendapatkan yang nyata!
“OK! Bersama pagi aku akan mengarungi samudra
kehidupan,menerjang ombak sialan yang kemaren memakiku dan berusaha menaklukan
dunia!”aku berdiri diatas tempat tidur mengepalkan tangan dan berlari keluar
kamar sambil berteriak
“STOP DREAMING N START ACTION! TUNGGU AKU ICHA
AKU AKAN MENJEMPUTMU BERSAMA CITA-CITAKU..!!”
“puitis banget loe kayak amir hamzah
aja..hehehe”kemudian mindset menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar